Senin, 17 Februari 2014


Makna ulang tahun dalam hidup [Motivasi]
Sebagian orang memaknai hari ulang tahun dengan bertambahnya umur dan semakin dewasa, dan kebanyakan dari mereka merayakannya dengan cara berpesta dan menghabiskan uang untuk pesta yang kurang berguna contohnya saja berpesata dengan merubah suasana rumah/tempat menjadi seperti diskotik dan tersedianya minum minuman beralkohol.
Ya, memang semuanya itu sangat tidak perlu dan memang tidak perlu. Karena disuatu sisi ulang tahun itu bertambahnya umur kita sedangkan disisi lain ulang tahun juga sama dengan berkurangnya umur kita menuju ajal yang sudah ditentukan Yang Maha Kuasa, apakah anda mau merayakan berkurangnya umur anda menuju kematian dengan cara berpesta ditempat yang seperti diskotik ? dan minuman beralkohol dimana mana ? maukah anda merayakannya ?
Tentu tidak akan mau kalian semua merayakan berkurangnya umur anda dengan cara seperti itu, mungkin anda akan merayakannya dengan cara keagamaan seperti merayakan dipanti asuhan, tempat tempat yang beragama menurut agama kalian masing – masing.
Kebanyakan manusia sudah salah memaknai hari ulang tahun itu apa, padahal jika umur kita bertambah berarti kita semakin dekat dengan kematian yang ntah kapan terjadinya dan hanya Tuhan lah yang tau. Jika kita merayakan berkurangnya umur kita dengan hal yang tidak berguna tadi, itu sama saja kita ingin meninggal dengan berlumuran dosa.
Coba bayangkan jika kita merayakannya bersama anak-anak panti asuhan, pastinya anak-anak itu akan mendo’akan kita dan itu juga dapat berpengaruh terhadap kehidupa kita untuk menjadi lebih baik lagi dari pada sebelumnya. Dan begitu juga sebaliknya, jika kita merayakan dengan cara buruk apakah ada yang mendo’akan ? jika anak-anak yatim yang mendo’akan kita tentunya do’anya akan lebih cepat sampai kepada Tuhan Yang Maha Esa dibandingkan teman teman yang memberikan ucapan selamat kepada kita. Bukan berarti do’a teman temanmu tak berguna, tetapi do’a anak yatimlah yang lebih cepat didengar.
Saya selalu memaknai Hari ulang tahun itu adalah hari berkurangnya umur kita, dan setiap kali hari ulang tahun tiba saya selalu takut kapankah diriku ini dipanggil Yang Maha Kuasa, apakah satu tahun lagi ? satu bulan lagi ? satu minggu lagi ? atau bisa jadi satu detik lagi ? Ingatlah saudaraku, Tuhan itu punya kendali kapan saja untuk menggambil hambanya kembali. Jika anda menanyakan apakah bang dayat takut untuk menghadapi kematian ? Tentunya saya akan menjawab takut, karena saya belum siap untuk mati, karena diri saya ini masih dilumuri oleh dosa yang tak terhitung berapa banyak dosa yang saya buat.
Inget inget dosa nih, setiap manusia juga pasti pernah melakukan dosa, walaupun itu dosa kecil tetap saja dinamakan DOSA. Apalagi kita merayakan ulang tahun dengan cara seperti didiskotik tadi, wah tentunya semakin bertambah dosanya. Untung saja bukan saat itu juga arwah anda diambil, jika pada saat merayakan seperti itu nyawa kita diambil tentunya kita akan disiksa karena merayakan dengan cara setan.
“Jadi marilah saudaraku, kita merayakan ulang tahun dengan cara biasa biasa saja seperti sedekah keanak Yatim, dan kaum yang kurang mampu dari kita. Karena itulah cara yang benar untuk merayakan hari ulang tahun kita atau hari berkurangnya umur kita.Guna kita untuk hidup didunia ini adalah untuk selalu taat kepada Tuhan, ulang tahun itu seharusnya diisi oleh acara keagamaan dari pada membuang uang untuk membeli minuman keras, dan pesta seperti didiskotik.”
Didalam tulisan ini maknailah kata katanya, supaya kita bisa mengerti apasih gunanya ulang tahun dan apa makna ulang tahun itu, jangan sombong jika umur bertambah, karena itu juga sama dengan berkurangnya umur kita.
Terkadang jika umur kita bertambah, kita bisa jadi sombong dan merasa kita lah yang paling besar. Memang sih sebenarnya jika kita sudah dewasa adikan kita seharusnya menghormati kita, tetapi dalam pandangan saya banyak orang dewasa memanfaatkan anak anak, dan itu juga tidak baik karena dia merasa dirinya yang merasa besar dan hebat diantara mereka.
Dengarlah saudaraku, kita hidup didunia hanya sementara, seluruh harta yang ada pada kita hanyalah pinjaman dan bumi yang kita tinggali ini adalah tumpangan

kumpulan pantun

Kumpulan Pantun Cinta yang pertama : jalan-jalan ke kota paris banyak rumah berbaris-baris biar mati diujung keris asal dapat dinda yang manis… ke cimanggis membeli kopiah kopiah indah kan kau dapati begitu banyak gadis yang singgah hanya dinda yang memikat hati jika aku seorang pemburu anak rusa kan kudapati jika dinda merasa cemburu tanda cinta masih sejati darimana datangnya lintah dari sawah turun ke kali darimana datangnya cinta dari mata turun ke hati Kumpulan pantun cinta sangat romantis : kembang gula di perigi untuk aku minum jamu kemana pun kamu pergi aku slalu rindu kamu meski hanya buah jambu tapi ini bisa diramu meskipun jarang ketemu cintaku hanya untukmu wahai serulig buluh perindu suaranya memikatku wahai gadis pujaanku aku sangat cinta kamu meski aku sudah kenyang tetap harus minum jamu perempuan yang ku sayang bolehkah aku bertamu Bagi kamu yang ingin mengucapkan selamat tidur dengan cara gokil. kenapa nggak pakai aja pantun romantis untuk mengucapkan selamat tidur : Jemur baju di Klender, Jalan kaki sampe semaput, Gw tahu loe gak bisa tdr, Mikirin gw yang imut selangit.., Pulangnya naik delman, Sampe di rmh langsung nangis. Makanya gw mw ngucapin, Met bobo manis.. ;-) Tambahan dari sepotong pantun cinta : Dari mana datangnya linta,, dari tanah turun ke kali,, dari mana datangnya cinta,, dari mata terus ke hati,, Tambahan pantun romantis dari blog http://etikush.blogspot.com/2008/12/pantun-romantis.html Disini gerimis Disana hujan turun Ini tuh romantis Ataukah ini mesum Ada buah manggis Ada juga buah anggur Awalnya romantis Pas tekdung malah kabur jalan-jalan k parangtritis trus ketemu kaum nudis ini adalah pantun romantis khusus untuk kamu yang kudis

cerita malin kundang

Cerita Rakyat Sumatera Barat
Pada suatu hari, hiduplah sebuah keluarga di pesisir pantai wilayah Sumatra. Keluarga itu mempunyai seorang anak yang diberi nama Malin Kundang. Karena kondisi keluarga mereka sangat memprihatinkan, maka ayah malin memutuskan untuk pergi ke negeri seberang.

Besar harapan malin dan ibunya, suatu hari nanti ayahnya pulang dengan membawa uang banyak yang nantinya dapat untuk membeli keperluan sehari-hari. Setelah berbulan-bulan lamanya ternyata ayah malin tidak kunjung datang, dan akhirnya pupuslah harapan Malin Kundang dan ibunya.

Setelah Malin Kundang beranjak dewasa, ia berpikir untuk mencari nafkah di negeri seberang dengan harapan nantinya ketika kembali ke kampung halaman, ia sudah menjadi seorang yang kaya raya. Akhirnya Malin Kundang ikut berlayar bersama dengan seorang nahkoda kapal dagang di kampung halamannya yang sudah sukses.

Selama berada di kapal, Malin Kundang banyak belajar tentang ilmu pelayaran pada anak buah kapal yang sudah berpengalaman. Malin belajar dengan tekun tentang perkapalan pada teman-temannya yang lebih berpengalaman, dan akhirnya dia sangat mahir dalam hal perkapalan.

Banyak pulau sudah dikunjunginya, sampai dengan suatu hari di tengah perjalanan, tiba-tiba kapal yang dinaiki Malin Kundang di serang oleh bajak laut. Semua barang dagangan para pedagang yang berada di kapal dirampas oleh bajak laut. Bahkan sebagian besar awak kapal dan orang yang berada di kapal tersebut dibunuh oleh para bajak laut. Malin Kundang sangat beruntung dirinya tidak dibunuh oleh para bajak laut, karena ketika peristiwa itu terjadi, Malin segera bersembunyi di sebuah ruang kecil yang tertutup oleh kayu.

Malin Kundang terkatung-katung ditengah laut, hingga akhirnya kapal yang ditumpanginya terdampar di sebuah pantai. Dengan sisa tenaga yang ada, Malin Kundang berjalan menuju ke desa yang terdekat dari pantai. Sesampainya di desa tersebut, Malin Kundang ditolong oleh masyarakat di desa tersebut setelah sebelumnya menceritakan kejadian yang menimpanya. Desa tempat Malin terdampar adalah desa yang sangat subur. Dengan keuletan dan kegigihannya dalam bekerja, Malin lama kelamaan berhasil menjadi seorang yang kaya raya. Ia memiliki banyak kapal dagang dengan anak buah yang jumlahnya lebih dari 100 orang. Setelah menjadi kaya raya, Malin Kundang mempersunting seorang gadis untuk menjadi istrinya.

Setelah beberapa lama menikah, Malin dan istrinya melakukan pelayaran dengan kapal yang besar dan indah disertai anak buah kapal serta pengawalnya yang banyak. Ibu Malin Kundang yang setiap hari menunggui anaknya, melihat kapal yang sangat indah itu, masuk ke pelabuhan. Ia melihat ada dua orang yang sedang berdiri di atas geladak kapal. Ia yakin kalau yang sedang berdiri itu adalah anaknya Malin Kundang beserta istrinya.

Malin Kundang pun turun dari kapal. Ia disambut oleh ibunya. Setelah cukup dekat, ibunya melihat belas luka dilengan kanan orang tersebut, semakin yakinlah ibunya bahwa yang ia dekati adalah Malin Kundang. "Malin Kundang, anakku, mengapa kau pergi begitu lama tanpa mengirimkan kabar?", katanya sambil memeluk Malin Kundang. Tetapi Kundang segera melepaskan pelukan ibunya dan mendorongnya hingga terjatuh. "Wanita tak tahu diri, sembarangan saja mengaku sebagai ibuku", kata Malin Kundang pada ibunya. Malin Kundang pura-pura tidak mengenali ibunya, karena malu dengan ibunya yang sudah tua dan mengenakan baju compang-camping. "Wanita itu ibumu?", Tanya istri Malin Kundang. "Tidak, ia hanya seorang pengemis yang pura-pura mengaku sebagai ibuku agar mendapatkan harta ku", sahut Malin kepada istrinya. Mendengar pernyataan dan diperlakukan semena-mena oleh anaknya, ibu Malin Kundang sangat marah. Ia tidak menduga anaknya menjadi anak durhaka. Karena kemarahannya yang memuncak, ibu Malin menengadahkan tangannya sambil berkata "Oh Tuhan, kalau benar ia anakku, aku sumpahi dia menjadi sebuah batu". Tidak berapa lama kemudian angin bergemuruh kencang dan badai dahsyat datang menghancurkan kapal Malin Kundang. Setelah itu tubuh Malin Kundang perlahan menjadi kaku dan lama-kelamaan akhirnya berbentuk menjadi sebuah batu karang.


Peninggalan budaya zaman praaksara

1)   Batu Tua/Palaeolithikum
Merupakan suatu masa di mana hasil buatan alat-alat dari batunya masih kasar dan belum diasah/diupam, sehingga bentuknya masih sederhana.
Contohnya: kapak genggam
2)  Batu Tengah Madya/Mesolithikum 
Merupakan masa peralihan di mana cara pembuatan alat-alat kehidupannya lebih baik dan lebih halus dari zaman batu tua.
Contohnya: Pebble/Kapak Sumatera
3)  Batu Muda/Neolithikum 
Merupakan suatu masa di mana alat-alat kehidupan manusia dibuat dari batu yang sudah dihaluskan, serta bentuknya lebih sempurna dari zaman sebelumnya. 
Contohnya: kapak persegi dan kapak lonjong

Perkembangan kehidupan zaman praaksara

Berikut ini Anda akan mengikuti paparan perkembangan manusia Indonesia yang hidup pada zaman Praaksara. Kehidupan masyarakat (manusia) pada zaman Praaksara terbagi menjadi 3 periode, yaitu:
a.   Masa berburu dan mengumpulkan makanan
Pada masa ini secara fisik manusia masih terbatas usahanya dalam menghadapi kondisi alam. Tingkat berpikir manusia yang masih rendah menyebabkan hidupnya berpindah-pindah tempat dan menggantungkan hidupnya kepada alam dengan cara berburu dan mengumpulkan makanan
b.  Masa bercocok  tanam
Pada masa ini kemampuan berpikir manusia mulai berkembang. Sehingga timbul upaya menyiapkan persediaan bahan makanan yang cukup dalam suatu masa tertentu. Dalam upaya tersebut maka manusia bercocok tanam dan tidak lagi tergantung kepada alam.
c.   Masa perundagian
Pada masa ini masyarakat sudah mengenal teknik-teknik pengolahan logam. Pengolahan logam memerlukan suatu tempat serta keahlian khusus. Tempat untuk mengolah logam dikenal dengan nama perundagian dan orang yang ahli mengerjakannya dikenal dengan sebutan Undagi


Manusia purba di Indonesia

Manusia yang hidup pada zaman Praaksara sekarang sudah berubah menjadi fosil. Fosil manusia yang ditemukan di Indonesia dalam perkembangan terdiri dari beberapa jenis. Hal ini diketahui dari kedatangan para ahli dari Eropa pada abad ke-19, di mana mereka tertarik untuk mengadakan penelitian tentang fosil manusia di Indonesia. Penyelidikan fosil manusia selain dilakukan oleh orang-orang eropa, juga dilakukan oleh para ahli dari Indonesia, yaitu seperti Prof. Dr. Sartono, Prof. Dr. teuku Jacob, Dr. Otto Sudarmadji dan Prof. Dr. Soejono.
Jenis-jenis Manusia purba di Indonesia:
a.   Meganthropus
Seperti yang telah diuraikan pada materi sebelumnya, Von Koenigswald menemukan tengkorak di Desa Sangiran tahun 1941. Tengkorak yang ditemukan berupa tulang rahang bawah, dan gigi geliginya yang tampak mempunyai batang yang tegap dan geraham yang besar-besar. Dari penemuan tersebut, maka oleh Von Koenigswald diberi nama Meganthropus Palaeojavanicus yang artinya manusia raksasa tertua dari Pulau Jawa. Fosil tersebut diperkirakan hidupnya antara 20 juta - 15 juta tahun yang lalu, dan berasal dari lapisan Jetis.
b.  Pithecanthropus/Homo Erectus 
Dengan kedatangan Eugene Dubouis ke Pulau jawa tahun 1890 di Trinil, Ngawi ditemukan tulang rahang, kemudian tahun 1891 bagian tengkorak dan tahun 1892 ditemukan tulang paha kiri setelah disusun hasil penemuan fosil-fosil tersebut oleh Eugene Dubouis diberi nama Pithecanthropus Eractus artinya manusia kera yang berjalan tegak. Dan sekarang fosil tersebut dinamakan sebagai Homo Erectus dari Jawa. Homo Erectus hidupnya diperkirakan antara 1,5 juta - 500.000 tahun yang lalu dan berasal dari Pleistocen tengah atau lapisan Trinil
c.   Homo Sapiens 
Homo Sapiens adalah jenis manusia purba yang memiliki bentuk tubuh yang sama dengan manusia sekarang. Mereka telah memiliki sifat seperti manusia sekarang. Kehidupan mereka sangat sederhana, dan hidupnya mengembara.
Jenis fosil Homo Sapiens yang ditemukan di Indonesia terdiri dari:
1.   Fosil manusia yang ditemukan di daerah Ngandong lembah Sungai Bengawan Solo tahun 1931 - 1934. Fosil ini setelah diteliti oleh Von Koenigswald dan Weidenreich diberi nama Homo Sapiend Soloensis (Homo Soloensis).
2.   Fosil manusia yang ditemukan di Wajak (Tulung Agung) tahun 1889 oleh Van Reitschotten diteliti oleh Eugene Dubouis kemudian diberi nama menjadi Homo Sapiens Wajakensis

Pembabakan zaman praaksara

1.  Pembabakan Zaman Praaksara berdasarkan Geologi
Geologi adalah ilmu yang mempelajari bumi secara keseluruhan. Berdasarkan geologi, terjadinya bumi sampai sekarang dibagi ke dalam empat zaman. Zaman-zaman tersebut merupakan periodisasi atau pembabakan Praaksara yang terdiri dari:
a.   ARKAEKUM/zaman tertua
Zaman ini berlangsung kira-kira 2500 juta tahun, pada saat itu kulit bumi masih panas, sehingga tidak ada kehidupan. Dari penjelasan ini tentu Anda ingin bertanya kapan muncul kehidupan? Untuk itu simak uraian berikutnya.
b.  PALEOZOIKUM/zaman primer atau zaman hidup tua
Zaman ini berlangsung 340 juta tahun. Makhluk hidup yang muncul pada zaman ini seperti mikro organisme, ikan, ampibi, reptil dan binatang yang tidak bertulang punggung. Untuk lebih mengenal bintang-binatang tersebut amatilah gambar berikut ini.
c.   MESOZOIKUM/zaman sekunder atau zaman hidup pertengahan
Zaman ini berlangsung kira-kira 140 juta tahun. Pada zaman pertengahan ijenis reptil mencapai tingkat yang terbesar sehingga pada zaman ini sering disebut juga dengan zaman reptil. Amati gambar berikut:
Setelah berakhirnya zaman sekunder ini, maka muncul kehidupan yang lain yaitu jenis burung dan binatang menyusui yang masih rendah sekali tingkatannya. Sedangkan jenis reptilnya mengalami kepunahan. Selanjutnya berlangsunglah zaman hidup baru
d.  NEOZOIKUM/zaman hidup baru
Zaman ini dibedakan menjadi 2 zaman, yaitu:
1)  Tersier/zaman ketiga
Zaman ini berlangsung sekitar 60 juta tahun. Yang terpenting dari zaman ini ditandai dengan berkembangnya jenis binatang menyusui seperti jenis primat, contohnya kera.
2)  Kuartier/zaman keempat
Zaman ini ditandai dengan adanya kehidupan manusia sehingga merupakan zaman terpenting. Dan zaman ini dibagi lagi menjadi dua zaman yaitu yang disebut dengan zaman Pleistocen dan Holocen